Yogyakarta, 6 Juli 2026 – Bagaimana menjelaskan Yogyakarta yang memiliki tingkat kemiskinan di atas rata-rata nasional, tetapi juga termasuk provinsi dengan tingkat kebahagiaan yang tinggi?
Pertanyaan tersebut mengawali diskusi antara Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA)-Globethics dan Human Flourishing Center (HFC) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin, 6 Juli 2026, di Gedung Pusat UGM. Diskusi berangkat dari temuan Global Flourishing Study yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat human flourishing atau kesejahteraan manusia yang hakiki tertinggi di antara 22 negara yang disurvei.

YADEMA dan HFC UGM sepakat menerima hasil Global Flourishing Study bukan sebagai capaian yang sekadar dirayakan, melainkan melainkan awal dari pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendalam. Hal ini juga menjadi titik berangkat untuk menghadirkan perspektif Global South dalam pengembangan studi human flourishing. Karena selama ini, berbagai indikator kesejahteraan dinilai masih banyak yang dibangun dengan metodologi dan paradigma Global North. Sehingga belum sepenuhnya menangkap realitas sosial, budaya, dan spiritual masyarakat seperti Indonesia. Fenomena Yogyakarta, misalnya, menunjukkan anomali yang perlu dicermati lebih lanjut.
Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa peluang kolaborasi. Salah satunya, HFC UGM akan menjadi Mitra Pengetahuan atau Knowledge Partner Global Ethics Forum (GEF) 2026 yang diselenggarakan oleh YADEMA dan Globethics pada 20-22 Oktober 2026 di Bali.
Selengkapnya tentang Global Ethics Forum 2026, kunjungi: gef2026.yadema.org.
