YADEMA–Globethics Berpartisipasi dalam The Big Idea Forum CNN Indonesia, Dorong Adopsi AI yang Bertanggung Jawab

Jakarta, 16 Juli 2026 — Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA) bersama Globethics turut berpartisipasi dalam The Big Idea Forum (TBIF): AI Forward 2026 – What’s Next for AI?, forum strategis yang diselenggarakan oleh mitra media Global Ethics Forum 2026, CNN Indonesia, dalam rangka memperingati Hari Kecerdasan Buatan. Kehadiran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dialog mengenai pengembangan dan penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang etis, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.


Sebelum acara ditayangkan, YADEMA–Globethics turut menghadiri sesi perekaman yang berlangsung pada 9 Juli 2026 di Studio CNN Indonesia, Jakarta. Organisasi diwakili oleh Lakhsmi Subandi, Ketua YADEMA sekaligus Globethics East Asia Pacific Regional Manager, dan Farah Amini, Global Engagement and Event Consultant YADEMA. Kesempatan tersebut juga menjadi ruang untuk berdialog dan bertukar perspektif dengan para pemimpin dari sektor pemerintahan, industri, akademisi, dan teknologi mengenai arah perkembangan AI di Indonesia dan dunia.


Sebagai bagian dari rangkaian acara, Paola Gálvez Callirgos, AI Ethics Manager Globethics, menjadi salah satu pembicara utama melalui sesi presentasi bertajuk: Beyond Compliance: Making Responsible AI Your Competitive Edge. Dalam paparannya, Paola menekankan bahwa etika AI tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sebagai keunggulan strategis yang mampu membangun kepercayaan para pemangku kepentingan, mengurangi risiko kegagalan yang mahal, melindungi reputasi organisasi, serta menghasilkan sistem AI yang lebih tangguh dan berkelanjutan.


Forum ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan internasional, antara lain Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI), Alfreno Kautsar Ramadhan (Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital RI), Yessie D. Yasetya (Chief Information Technology Officer XLSMART), Astrid Dita (Head of AI & Innovation, Tony Blair Institute for Global Change APAC), Hammam Riza (Ketua Umum KORIKA), serta dimoderatori olehDesi Anwar.


Partisipasi YADEMA–Globethics dalam forum ini sejalan dengan komitmen organisasi untuk mendorong tata kelola teknologi yang bertanggung jawab serta memperluas kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi perkembangan AI yang semakin pesat. Dialog ini sekaligus memperkuat momentum menjelang Global Ethics Forum (GEF) 2026, yang akan diselenggarakan pada 20–22 Oktober 2026 di Bali, Indonesia.

Berita Terkait

GEF 2026, Human Flourishing

YADEMA-UGM Jajaki Kolaborasi Studi Human Flourishing Perspektif Global South

Yogyakarta, 6 Juli 2026 – Bagaimana menjelaskan Yogyakarta yang memiliki tingkat kemiskinan di atas rata-rata...

Selengkapnya
GEF 2026, Human Flourishing

Menjelang Global Ethics Forum 2026, YADEMA dan Globethics Ajak Publik Memahami “Human Flourishing” melalui Storytelling  

Yogyakarta, 4 Juli 2026 – Menjelang penyelenggaraan Global Ethics Forum (GEF) 2026 di Bali pada...

Selengkapnya
Article, GEF 2026, Human Flourishing

Kolaborasi Lintas Disiplin untuk Human Flourishing: Langkah Awal Menuju Global Ethics Forum 2026

Menjelang penyelenggaraan Global Ethics Forum (GEF) 2026 di Bali pada 20–22 Oktober 2026, Yayasan Dharma...

Selengkapnya
GEF 2026, Human Flourishing

Bisnis yang Mengutamakan Manusia: Meninjau Kembali Tata Kelola Perusahaan dengan Human Flourishing

Foto: Markus Spiske (via Unsplash)

Diskusi tentang human flourishing (kesejahteraan manusia yang hakiki)...

Selengkapnya
GEF 2026

Wamen Komdigi: Etika AI Perlu Diterjemahkan Menjadi Regulasi


Ketika kecerdasan artifisial (AI) berkembang begitu pesat, bagaimana regulasi bisa mengimbanginya?

Perkembangan kecerdasan artifisial tidak...

Selengkapnya
GEF 2026

Human Flourishing: Cara Baru Memaknai Kemajuan Bangsa

Foto: Visit Bali

Selama puluhan tahun, Produk Domestik Bruto (PDB) dianggap sebagai tolak...

Selengkapnya